jika aku hanya bisa pandangi deret awan yang monoton
aku ingin semerdu burung berkicau dan senyaring celah angin yang sempit,
tapi ku membiarkan sayapmu jatuh dan melukai tanah.
masih bisa kah dirimu memberiku ruang demi lembaran waktu
yang kutinggalkan untukmu.
biar tak usah kuberlari
mengejar jam dinding kelaparan waktu ingin bercinta denganku,
tapi aku telah memakannya sebab lapar.
kau tak ingin berkisah untukku tentang sayap-sayapmu dulu.
yang terbentang selebar tangisku.
dan aku tak jadi lapar.
2008
gusmel riyadh
0 komentar:
Posting Komentar
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI BLOG INI. APA YANG ANDA PIKIRKAN SOAL TULISAN SAYA TADI?