1 Apr 2010

Tuhan Bukan Pengecer Pahala

Imaginasi saya saai ini adalah ketika mendapati seseorang -entah itu perempuan atau lelaki- yang beribadah untuk mendapat ‘imbalan’. Imbalan di sini dapat bermacam-macam, semisal pujian. Pernah kita beribadah karena pasangan sedang bersama kita?

Imbalan lain yang lebih sensitif dan lebih dalam adalah pahala. Ya, pahala. Dimana letak keiklhasan kita jika untuk beribadah saja kita musti diming-imingi dengan pahala atau surga? Bukankah kita beribadah karena memang kita harus beribadah? Jika beribadah dengan orentasi pahala lalu dimana Tuhan? Apakah Tuhan itu pengecer pahala? Apakah Tuhan yang butuh ibadah kita hingga harus member iming-iming surga? Sungguh kapitalis sekali Tuhan itu jika memang demikian.

Analogi sederhananya begini, ketika kita akan menghadapi ujian (pada mata kuliah yang bukan matematis) , tugas utama kita apa? Saya pikir jawabannya adalah hanya sampai pada mengerjakan sendiri soal tersebut dengan benar . Maka jelas, untuk mencapai hal itu kita harus belajar. Belajar dengan niat agar dapat mengerjakan soal. Jika orientasi kita pada nilai maka akan beda apa yang terjadi. Nilai ujian kuliah itu sepenuhnya ditangan pemberi nilai. Bahkan mengerjakan soal sendiri yang menurut kita sudah benar pun seringkali tak mendapat nilai bagus.

Maka, sebaiknya orientasi kita tak perlu berlebihan. Kita tak usah memikirkan nilai. Nilai itu urusan pemberi nilai. Yang penting kita sudah belajar dan mengerjakan sesuai yang kita pelajari itu sudah cukup. Dan bukankah seharusnya kita akan mendapat nilai baik jika kita telah mengerjakan dengan benar? Kalaupun masih salah, itu berarti letak kesalahan ada pada si pemberi nilai. Di sinilah letak keikhlasan belajar.
Begitu juga dalam beribadah. Kita cukup mengerjakan tugas ibadah dengan baik sesuai yang kita yakini. Tak perlu memikirkan pahala, surga, apalagi pujian. Dan sudah seharusnya jika kita telah mengerjakan ibadah dengan baik akan mendapat kebaikan pula. Yang perlu diingat adalah: TUHAN TAK PERNAH SALAH DALAM MEMBERI NILAI. Semoga mencapai keiklhasan yang sempurna. Mungkin.


gambar dari sini

5 komentar:

PERTAMAAAXX dulu ane amankan gan.. :D

ah, gusmel sedang meracau saja ...sebenarnya dia tahu apa yang dia mau ...tapi entah mungkin dia belum tahu saja harus kemana ..

saya doakan semoga cepat ketemu ...dan Petunjuk itu tidak sedang menunggu tapi kamulah yang harus menemu-cari

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

wis ho'o ngono ae mas....

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI BLOG INI. APA YANG ANDA PIKIRKAN SOAL TULISAN SAYA TADI?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More